Tips Hindari Kejahatan Perbankan Digital Pada Keuangan Anda

Tips Hindari Kejahatan Perbankan Digital Pada Keuangan Anda

PIKIRANPOSITIF.com – Semua orang akan setuju bahwa kejahatan ada di mana-mana dan siapa pun dapat menjadi sasaran tanpa pandang bulu. Maksudnya, kejahatan itu tidak mungkin terjadi dengan sengaja oleh pelakunya, tetapi bisa terjadi karena ada kesempatan.

Mungkin sebagian dari kita sudah terbiasa mewaspadai kemungkinan kejahatan di jalan atau di rumah, seperti perampokan, pencurian, bahkan perampokan. Tetapi banyak dari kita yang tidak menyadari kejahatan di dunia digital.

Meskipun mengetahui bahwa jika teman anda tidak berhati-hati, kejahatan dapat dilakukan dengan kartu debit/kredit anda melalui saluran ponsel dan internet.

Ada berbagai bentuk kejahatan digital yang dapat terjadi di masyarakat. Namun, setidaknya ada 3 kejahatan digital yang paling umum, jadi waspadalah! Minumlah secangkir kopi dan bacalah dengan seksama.

  • Card Skimming 

Card Skimming  adalah tindakan mencuri data kartu ATM/debit dengan cara menyalin (membaca atau menyimpan) informasi yang terkandung dalam strip magnetik secara tidak sah. Apa itu strip magnetik?

Oke, kalau kamu punya kartu ATM/debit, lihat sekarang. Harus selalu ada garis hitam di bagian belakang kartu. Benar? Nah, garis hitam lebar bertanggung jawab untuk menyimpan semua informasi penting dari kartu ATM, seperti nomor kartu dan tanggal kadaluwarsa, dalam nama pelanggan.

Nah, cara menyalin informasi pada magnetic stripe tersebut adalah dengan menggunakan card reader (card skimmer) di slot kartu ATM/debit ataupun kredit.

Selain tindakan tersebut, pelaku dapat mencoba untuk mendapatkan PIN kartu ATM/debit dengan memata-matai tombol yang anda tekan untuk melakukan transaksi di mesin ATM/perangkat EDC, atau menempatkan kamera kecil yang dipasang di pojok tersembunyi pada mesin ATM.

Nah, jika pelaku mendapatkan salinan informasi dari magnetic strip dan PIN kartu ATM/debit, pelaku akan menggunakan data yang diperoleh untuk membuat kartu palsu dan menggunakan PIN yang diperoleh untuk melakukan transaksi.

Bukankah itu sangat berbahaya? jadi batasi aktivitas pribadi anda di media sosial seperti mengunggah ucapan selamat ulang tahun, merayakan ulang tahun, dan momen penting lainnya.

Pasalnya, para pelaku kejahatan dapat melacak kode PIN kartu ATM/debit berdasarkan tanggal-tanggal khusus tersebut. Ingat ya, menggunakan media sosial tidak masalah, tapi gunakanlah dengan bijak dan hati-hati.

  • Phishing

Berbeda dengan card skimming yang menggunakan kartu ATM/debit sebagai jalur kriminal, pelaku phising justru menggunakan jalur internet banking untuk mendapatkan data dari kartu kredit.

Phishing adalah tindakan meminta (memprovokasi) pengguna komputer untuk mengungkapkan informasi rahasia dengan mengirimkan pesan sensitif palsu, yang dapat berupa email, situs web, atau komunikasi elektronik lainnya.

Nah, karena pesan terlihat nyata dan biasanya diikuti dengan ancaman, pengguna sering kali terjebak dengan mengirimkan informasi pribadi yang sensitif seperti ID pengguna, kata sandi/PIN, nomor kartu kredit, tanggal kedaluwarsa kartu kredit, dan Nilai Verifikasi Kartu (CVV).

Kode CVV ini biasanya berupa 3 angka terpisah di bagian belakang kartu ATM/debit atau kredit anda. Sekarang setelah anda mengetahui pentingnya angka tiga digit di bagian belakang kartu anda, berhati-hatilah untuk tidak memberi tahu orang yang berniat buruk.

  • Carding

Nah, kejahatan digital juga telah merambah saluran e-commerce karena orang-orang saat ini sangat suka berbelanja online. Salah satu bentuk kejahatan adalah carding.

Carding adalah aktivitas belanja online yang menggunakan data kartu debit atau kredit yang diperoleh secara ilegal. Carding relatif mudah dibandingkan dengan kejahatan lainnya karena tidak memerlukan kartu fisik dan hanya mengandalkan data dari kartu debit/kredit anda untuk dijadikan sasaran.

Pelaku biasanya mencari dan memperoleh data dari kartu debit atau kredit melalui pemasaran palsu, penjual palsu, catatan data sensitif pribadi penjual, atau kartu yang hilang. Mulai dari nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, tanggal kedaluwarsa, CCV, limit kartu dan informasi lainnya, ketika seseorang menerima semua data kamu, pelaku menggunakan data tersebut untuk melakukan transaksi belanja online dan biaya keuangan ditanggung oleh korban.  Pasti anda benar-benar tidak ingin ini terjadi bukan?

Eitsss, jika anda sedikit khawatir dengan keamanan transaksi keuangan anda saat ini, jangan risau, karena anda dapat mengambil beberapa langkah untuk melindungi uang anda dari penjahat digital. Beberapa tips di bawah ini bisa anda lakukan.

  1. Jangan Membagikan Informasi Pribadi.
    Jangan membagikan informasi Pribadi seperti PIN, CVV, nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, dll kepada siapa pun melalui situs web, SMS, Internet, atau saluran lainnya. Kecuali jika anda menggunakan informasi tersebut untuk berbisnis dengan seseorang/pihak yang tidak terlalu anda curigai.
    Satu hal lagi, selalu perbarui PIN anda secara teratur dan pastikan PIN anda bukan nomor yang mudah ditebak seperti tanggal lahir atau nomor telepon depan/belakang Anda.
    Jaga kerahasiaan PIN, CVV, nomor kartu, kartu ATM/debit, atau tanggal kedaluwarsa kartu kredit anda, karena nasib keamanan finansial anda bergantung pada seberapa hati-hati anda melindungi data anda.
  2. Berhati-hatilah Saat Bertransaksi dari Mesin ATM, Mesin EDC, atau E-commerce.
    Saat memasukkan kode PIN ke mesin ATM atau EDC, pastikan tidak ada yang melihat anda menekan tombol, dan saat berbelanja, pastikan kartu debit/kredit anda tidak digesek/dicelupkan ke perangkat selain EDC, atau lebih dari 2 kali digesek /dip  beberapa kali dalam satu waktu, kecuali jika transaksi yang anda lakukan pertama gagal, dan pada saat berbelanja online, hindari mengunduh tautan dari pihak yang tidak dipercaya, karena memungkinkan dapat membawa kode berbahaya.
  3. Tingkatkan Keamanan Kartu Anda
    Tingkatkan keamanan kartu anda dengan 3D Secure, ini adalah kode one-time password (OTP) yang dikirimkan melalui SMS ke pelanggan pemegang kartu anda setiap kali pelanggan mengotorisasi transaksi keuangan.
    Anda perlu berkomunikasi dengan bank penerbit anda untuk fitur keamanan ini. Teknologi chip tersebut juga dapat digunakan untuk menggantikan magnetic strip yang saat ini berlaku untuk kartu ATM/debit atau kredit. Ini merupakan kebijakan Bank Indonesia untuk meningkatkan keamanan kartu ATM/debit atau kredit.
  4. Jika Anda Memiliki Transaksi yang Mencurigakan, Periksa dan Ajukan Keluhan.
    Jika anda memiliki transaksi yang mencurigakan, seperti SMS atau email dari pihak yang mencurigakan, atau transaksi yang tidak anda lakukan, jangan panik, buka tautan yang dikirimkan kepada anda atau balas informasi kartu anda untuk mengatasinya langsung.
    Tapi pertama-tama pergi ke call center bank penerbit. Jika anda menerima SMS/email pemberitahuan bahwa transaksi keuangan telah dilakukan tanpa sepengetahuan anda, harap segera laporkan ke call center bank dan konsultasikan dengan mereka untuk menghindari masalah.
    Supaya tidak terjadi beban pada keuangan anda. Jika transaksi mencurigakan berasal dari kartu anda, negosiasikan dengan bank anda dan segera blokir kartu ATM/debit atau kredit anda.

Dapatkan juga update artikel terbaru setiap hari dari Pikiranpositif. Mari bergabung di Channel Telegram ‘Ampm Ori‘, caranya klik link https://t.me/ampmori, kemudian Subscribe. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Leave a Reply

Your email address will not be published.